SIAPA yang tak terkejut, khususnya para pencinta MotoGP ketika The Doctor panggilan Valentino Rossi, tiba-tiba memutuskan untuk pindah ke tim motor Yamaha. Padahal, siapa pun tahu bersama Tim Motor Honda tersebut Valentino Rossi menjuarai MotoGP untuk yang kedua kalinya secara berturut-turut.
Banyak penggemarnya yang tidak habis mengerti, ada apa di balik kepindahan tiba-tiba pembalap yang selalu bernomor 46 tersebut. Segi materikah – seperti yang sering jadi tuntutan para pembalap yang tiba-tiba hengkang dari tim lamanya, sebuah sensasi, atau sebuah tantangan? Apa sebenarnya yang Rossi inginkan dan belum ia dapatkan dari tim sebesar Honda yang membawanya menjadi yang tercepat di sirkuit?


